Seandainya saya diberi tanggung jawab menjadi Anggota DPD RI

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

Pembentukan suatu lembaga yang merupakan ‘perpanjang tanganan’ dari rakyat daerah dalam parlemen nasional merupakan cita-cita dari pendiri bangsa Indonesia sejak masa pra-kemerdekaan. Pada tahun 2004 yang lalu terbentuklah lembaga yang memiliki fungsi-fungsi khusus dalam mengakomodasikan kepentingan rakyat daerah yaitu DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI.

 

 

 

 

Saya berandai-andai jika menjadi seorang anggota DPD RI yang mewakili suara rakyat daerah. Ada beberapa agenda yang akan saya jalankan yaitu :

Penyatuan visi & misi anggota DPD

Tarik ulur kepentingan politik tertentu bisa saja menjadi ‘bumbu penyedap’ dalam setiap keputusan yang akan diambil. Dengan 3 anggota lainnya (4 termasuk saya sendiri) membuat master planning visi dan misi yang akan dijalankan untuk kemajuan daerah. Master planning tersebut diwacanakan dalam rapat pembahasan program DPD. Butir-butir dalam master planning yang telah dibuat haruslah sinkron dan sejalan dengan DPD lainnya. Karena setiap daerah di Indonesia tentu saja memiliki beragam permasalah dan kultur yang tidak bisa seragam dalam pelaksanaannya. Tetapi poin-poin penting seperti : ekonomi, sumber daya manusia dan infrastruktur merupakan masalah bersama di setiap daerah Indonesia. Dan poin-poin penting tersebut menjadi pijakan yang sama dalam penentuan visi & misi DPD kedepannya. Intinya, kerjasama antara pihak-pihak di DPD RI yang baik dapat memperkecil gap di daerah-daerah Indonesia.

Meng-akomodasikan potensi daerah

Masalah yang dihadapi setiap daerah berbeda-beda. Saya dan teman-teman di DPD akan melihat dan menggali potensi daerah. Apabila daerah tempat saya dipilih mempunyai kecenderungan dalam bidang pengelolaan pangan, maka sebisa mungkin saya dan teman-teman akan terus aktif dalam penyuluhan lewat lembaga masyarakat daerah akan pentingnya potensi tersebut. Hal itu tentu saja bisa dilakukan dengan kerjasama yang baik antara DPD, Lembaga Masyarakat di daerah serta Pemerintah. Sehingga tidak adanya lagi impor beras dari luar negeri.

Mediasi konflik daerah

Bersama-sama dengan anggota DPD RI lainnya menganalisa setiap konflik yang ada maupun yang akan ada di masyarakat. Caranya? Bisa melalui forum-forum yang melibatkan ormas atau perangkat organisasi lainnya yang ada disetiap daerah. Dengan fungsi pertimbangan yang ada, DPD dapat menyampaikan arus informasi tersebut ke DPR RI sebagai antisipasi akan menyebarnya konflik. Sehingga langkah-langkah serta kebijakan dapat diambil dengan tepat.

Memperkenalkan diri dan wacana kerja lewat media populer

Saat ini fungsi dari DPD RI kurang begitu populer di mata masyarakat. Sehingga saya dan teman-teman merasa perlu untuk mensosialisasikan diri lebih lanjut. Media yang ada tidak hanya baliho yang besar. Tetapi dapat melalui media online maupun offline seperti : twitter, blog, website, majalah, surat kabar,simposium ataupun forum di daerah. Masyarakat senang dengan sesuatu yang tidak terlalu birokratis atau formal. Saya dan teman-teman akan selalu menyaring informasi, kritik, saran serta permasalahan yang didapat dari media-media tersebut dan mengkonversikannya menjadi rujukan dalam pembahasan dalam RUU dengan DPR RI. Arus informasi bawah adalah yang paling mengena di dalam masyarakat Indonesia. Sehingga media-media yang cukup populer di masyarakat merupakan alat yang baik dalam melihat arus informasi tersebut. Masyarakat Indonesia tidak hanya didominasi kaum tua, kaum muda pun sudah mulai aktif perannya. Terasa cukup inovatif apabila saya sebagai anggota DPD RI menyampaikan program kerja melalui blog khusus atau twitter yang bisa diakses semua orang…

Tagged , , , , , , , ,

12 thoughts on “Seandainya saya diberi tanggung jawab menjadi Anggota DPD RI

  1. kalau boleh saya menambahkan, seandainya saya menjadi anggota DPD RI saya akan siap mengundurkan diri jika dalam tempo 2 tahun rakyat daerah saya tidak puas..

  2. Iqbal Rois says:

    keren bro programnya🙂

  3. INSPIRASIKU says:

    amin.. seorang blogger menjadi anggota dpd ri

    Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI

  4. mubarok says:

    berat…

    kalau saya nggak ngimpi2 deh jadi DPD, nggak ngimpi2 juga jadi orang pemerintahan… takut beban berat tanggungjawabnya..

    • Iya mas Mubarok, sebenarnya tergantung lagi kepada orangnya. Tapi sepengetahuan saya, di Pemerintahan kita yang namanya korupsi atau segala yang menjurus kesana sudah seperti ‘kebiasaan’ yang biasa🙂

      Nah kalo kita orang2 yang masih berpegang teguh dg idealisme, mungkin bisa membuat perubahan. Tapi ternyata ikut dalam arus tersebut…ya sama aja…hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: