Does Build The Business Easy? (Mudahkah Membangun Bisnis?)

S'pore

Big business is step up from the scratch

Hi guys

Selama ini banyak sekali pertanyaan yang sering menghampiri kita seperti :” Bisa nga yah gw berbisnis?” Atau “Gw pengen banget berbisnis tapi mentok dimodal?” Atau yang paling eksterm, “Ah gw cukup jadi karyawan aja. Gw nga punya bakat bisnis? Walaupun gw sebenernya pengen bisnis.” Banyak dari lo2 yang mempunyai niat untuk membangun usaha sendiri tetapi mentok dengan sesuatu dan lain hal. Gw sendiri punya background dari seorang karyawan sebuah institusi perbankan. Man, gw tau bgt yang namanya comfort zone. Dan itu akan lebih menyulitkan kalo seandainya kita sudah punya posisi yang bagus dan karir yang bakalan cemerlang kedepannya. Tapi bagaimana kalo prestasi atau karir kita nga bakalan nyentuh yang namanya TOP management. Guys, kita nga bisa menafikan kalo dibeberapa perusahaan mempunyai kebijakan sendiri dalam promosi jabatan. Gw sedikit kasih gambaran ke rekan2 mengenai gw. Seperti yang gw bilang, gw pernah menjadi karyawan di perbankan. Dan bisa dibilang gw punya prestasi nasional(sorry bukannya gw mau sombong bro….) yang bisa dibilang lumayan untuk ukurang anak umur 24. Gw bingung aja kenapa dengan prestasi yang ada, rasanya sulit bagi gw untuk berkarir di institusi tersebut. Kebijakan dari perusahaan memang nga transparan. Ada semacam like or dislike. Gw sempet bimbang antara resign atau tetep sebagai karyawan yang stagnant…Gw ambil keputusan yang sebenarnya rada edan ; yah gw resigned dari institusi tersebut walaupun gw dapat fasilitas dan gaji yang lumayan. Tapi itu semua harus diambil dengan keputusan yang mantap bro. Maksud gw, kita nga bisa asal2an untuk resign tanpa sebab dan tanpa planning yang baik. Maksud gw seandainya lo2 punya keahlian tertentu, lo bisa kembangin itu dan jangan takut untuk menarik diri dari comfort zone.

Here we go….Gw baru bgt dalam bisnis. Gw buka usaha kecil2an. Kebetulan gw hobi bgt dengan yang namanya programming dan web design. Jadi gw ambil keputusan untuk buat perusahaan kecil sama adik gw. Damn, It was uneasy to set up the business from the bottom. Banyak hal yang gw rasain rada berbeda dari ekspektasi gw selama ini. Tapi jangan khawatir bro. Itu hanya proses kecil aja. Gw ulangi ; itu hanya proses kecil aja. Kenapa? Ya selama ini bagi yang pernah menjadi karyawan atau bahkan yang belum. Kita disibukkan dengan urusan kantor dan nga pernah tau how to deal with people in different angle. Dan pada akhirnya akan muncul pertanyaan2 seperti : “Aduh gimana kalo nga ada orderan atau beli produk gw?” Hey, don’t be so skeptical. Ada sedikit ‘ilmu’ yang gw dapet dan gw mau sharing dengan bro sekalian :

Network : Yah jaringan sangat diperlukan dan merupakan satu dari beberapa hal yang krusial dalam setting up bisnis. Jaringan bisa membuat usaha lo bakalan go faster. Terdapat beberapa langkah yang simple dalam menggaet network. Kalo dari sisi gw sendiri, gw seneng dengan temen2 gw yang mempunyai TOA-oriented…..^-^. Maksud gw, lo pasti tau dong temen2 lo yang biasa sering heboh dan mempunyai banyak koneksi. Lo harus bisa memberdayakan mereka (tapi bukan memanfaatkan dalam arti negatif karena bagaimanapun mereka temen lo). Karena mereka merupakan marketing gratis sekaligus cara ampuh untuk menggaet klien. Contoh kasus : Lo punya bisnis butik. Dan lo kasih tau ke temen lo yang TOA itu mengenai bisnis lo. Biasanya temen2 yang heboh sering bgt hang-out rame2 dengan temen2nya. Kebetulan pas mereka hang-out, temen lo yang heboh ini ngomong, “Guys, lo tau nga si A punya usaha butik….Damn, bagus2 bgt lho baju2nya (padahal belum tentu juga dia pernah beli dari lo….biasanya temen heboh punya rasa solidaritas yang tinggi). Dia pasti ngajakin temen2nya itu ke butik punya lo. Bro….nambah dah tuh pelanggan….:-) Tapi inget walaupun gimana lo harus pinter2 treat temen lo yang heboh ini. Ya traktir makan atau beliin barang2 yang dia suka. Itung2 sebagai ucapan terima kasih gitu……Jangan pelit2 bro. Usaha itu bukan untuk meraup untung yang super banyak, tapi bagaimana menjual barang dengan volume banyak…

Social Network : Sebenernya ini merupakan sub dari network itu sendiri. Cuma saat ini the way to sell your products telah berubah. Jejaring sosial telah ngubah cara pandang orang dalam menjual produk. Lo harus sering aktif dalam berbagai macam forum ataupun jejaring sosial yang telah eksis semacam facebook , twitter, atau apalah itu…..Cara ini sangat efektif dan bisa berdampak luas dalam pengenalan produk lo ke calon pelanggan. Jangan takut dengan yang namanya komplain pelanggan. Semakin lo aktif di media tersebut dan memberikan solusi terbaik, semakin banyak pula yang simpati dan merasa ‘gw harus beli produk orang ini’…..Simple tapi cukup greennggg buat pebisnis pemula seperti gw sendiri.

Finance Management : Yups….lo harus punya sense yang baik dalam pengaturan keuangan. Lo harus bisa membagi antara uang perusahaan dan uang pribadi lo. Jangan dicampur adukkan. Lo harus bisa membedakan kewajiban dari perusahaan lo seperti : uang sewa toko, biaya operasional, listrik & air, serta biaya2 tak terduga lainnya. Pisahkan kewajiban tersebut terlebih dahulu baru lo bisa ambil keuntungan setelahnya untuk penambahan stok baru. Kalo lo buat perusahaan tersebut dengan konsep joint-income atau profit-sharing dengan rekan lo, ada baiknya sedari awal dibicarakan pembagiannya secara detail.

Quality : Basi bgt denger kata ini. Disetiap buku atau forum mengenai entreprenuer pasti sering disinggung dengan yang namanya quality. But, it is real bro!!! Kualitas-lah yang membedakan antara lo dan pesaing. Seandainya produk lo punya kualitas yang baik, walaupun lo kasih harga diatas rata-rata pesaing lo. Jangan takut….karena pelanggan sekarang udah nga seperti dulu lagi. Lo kasih kualitas baik pasti ada harganya. Misalnya bisnis lo adalah graphic design. Ada klien yang mau membuat logo perusahaannya. Dan lo nga tau harga pasaran berapa. Lo googling dah tuh harga pasaran pembuatan logo. Oh my goodness, rata-rata harga yang ditawarkan edaaaaannn. Murah semurah-murahnya….Lo harus PD dengan logo buatan lo. Lo harus menghargai hasil jerih payah lo. Karena logo juga merupakan seni design. Nga ada patokan khusus untuk sebuah seni design itu sendirikan? Hey, tapi lo jangan seenaknya aja kasih harga tinggi tapi hasil karya design lo sendiri nga memasukkan kaidah2 penting dalam seni itu sendiri seperti: tata warna yang baik, makna simbol, penentuan font yang digunakan, dll. Logo yang lo buat haruslah dapat ‘memuaskan’ klien & orang lain dan bukan diri lo sendiri (bukan asal2an). Dibeberapa kasus di luar negeri banyak sekali perusahaan membuat logo yang sangat mahal karena mereka tau seni design itu seperti apa….

Service : Saat ini lo sendiri yang harus ‘jemput bola’ ke klien. Lo harus memberikan servis yang bagus ke klien. Jangan merasa klien yang harus dateng ketempat lo. Gw berbicara mengenai konsep build-company bukan established-company. Kalo perusahaan yang lo bangun sudah mapan dan terkenal mungkin sedikit berbeda ceritanya. Adapun contoh servis yang menurut gw baik seperti : misalnya perusahaan lo bergerak dibidang restoran. Selain rasa yang enak, lo juga harus memperhatikan kebersihan. “Ah tempat makan milik gw kan hanya rumah makan pinggir jalan.” Atau “Warung tenda yang gw buat kecil2an jadi kebersihaan bisa cincai-lah.” Man, itu salah besar menurut gw. Mau resto well-known ataupun rumah makan pinggir jalan, kebersihan merupakan servis lo ke pelanggan dan itu harus. Bila perlu koki yang masak menggunakan sarung tangan karet yang biasa digunakan dokter dalam proses pembuatan masakan. Memang terdengar nga penting, tapi percaya bro itulah yang ngebedain servis lo dengan yang lain….

Trusty : Dan jangan takut untuk memberitahu kekurangan dari produk yang lo jual (seandainya ada). Kasih tau ke klien lo apa aja yang masih kurang dari produk yang lo hasilkan. Tapi bukan berarti lo kasih tau kekurangannya tanpa perbaikan. Itu salah besar!!! Lo kasih tau kekurangan tetapi harus ada perbaikan kedepannya. Dari sisi klien secara psikologis tentu akan merasa perusahaan lo sangatlah memperhatikan yang namanya detail dan kepuasan pelanggan serta menjunjung kejujuran. Gw punya pengalaman tentang salah satu provider Internet didaerah gw. Gw applied untuk koneksi Internet dirumah gw dengan perusahaan tsb. Di iklan yang di published via koran dan website, koneksi yang bisa diperoleh dapat mencapai sekian Mbps. Tentunya gw tertarik bgt. Sebelum gw applied, customer service dari perusahaan tersebut meminta maaf terlebih dahulu dan memberitahukan kekurangannya dalam hal kecepatan yang ada. “Maaf mas, kecepatannya belumlah seperti yang ada di-iklan tempo hari. Karena adanya beberapa perbaikan sehingga kecepatan real-nya sekian Mbps aja.” Terus terang gw sempet kecewa juga. Tapi yang terpenting orang ini/perusahaan ini jujur sama calon pelanggan. Mereka nga memberikan angan2 seperti iklan yang ada. Gw tetep applied buat Internetan. Dan setelah beberapa minggu (kalo nga salah 2 mingguan gt) gw ngerasa ada yang beda di speed donwload gw. Beneran aja, perusahaan itu sudah memperbaiki jaringan yang ada untuk kepuasan konsumen. Memang cepat atau lambat perusahaan tersebut pasti memperbaiki sistem jaringannya. Tetapi yang gw tangkap adalah bagaimana mereka jujur terhadap calon pelanggan. Seandainya mereka saat itu langsung bilang, “O iya memang kecepatan Internet kita yang paling bagus dan itu sesuai dengan iklan yang mas lihat.” Padahal kenyataannya masih dalam perbaikan, pasti gw sangat sangat sangat kecewa dan mem-black list provider tsb dalam kamus gw….^-^V

Tentunya masih banyak lagi cara2 dalam setting-up bisnis ala temen2 sekalian. Tetapi yang gw rasa dan dapat sampai saat ini….ya seperti yang gw paparkan diatas. Gw masih belajar bisnis bro…dan tetep akan belajar….Ilmu bisnis itu luas dan nga ada yang bisa dapat secara sempurna walaupun pebisnis sekelas Bill Gates atau Warren Buffet sekalipun. Gw hanya mau menyampaikan sharing dan ide gw selama membangun bisnis kecil2an ini. Gw juga belum tentu bisa mempraktekkan secara baik kesemua yang telah gw paparkan. Tapi setidaknya kita harus punya target baik itu jangka pendek maupun jangka panjang dalam bisnis kita……Semoga banyak anak2 muda di Indonesia yang peka terhadap peluang bisnis dan bisa mengambil keuntungan dari hal tsb. Itung2 buat memberdayakan kreativitas anak muda dan membuka peluang kerja sebesar2nya…..Amin

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: